Benchmark Server Menggunakan Httperf
Sejak diperkenalkannya VPS di beberapa web hosting di Indonesia, semakin banyak orang yang mulai beralih ke VPS. Namun, apakah VPS itu cocok untuk kebutuhan anda dan berapa kapasitas VPS tersebut? Apakah cukup hebat untuk menangani seluruh permintaan dari pengunjung anda. Untuk menjawab itu anda tidak perlu harus menunggu sampai server anda tidak mampu menangani request baru anda sadar. Namun banyak peralatan yang dapat anda gunakan untuk mem-benchmarking server anda, sehingga anda dapat memperkirakan berapa kapasitas, dan kapan waktunya untuk meng-upgrade plan maupun migrasi ke dedicated server.
Httperf merupakan salah satu peralatan yang dapat anda gunakan untuk melakukan benchmarking server yang disediakan di internet secara gratis dan open source. Httperf merupakan peralatan benchmarking yang ditulis oleh David Mosberger, ini merupakan peralatan yang dapat mensimulasikan beberapa HTTP Workload dan mengukur performa server.
Bagaimana cara kerjanya?
Cara kerja Httperf hampir sama dengan peralatan benchmark yang lainnya, yaitu meng-overloads server diatas kapasitas normalnya, sedangkan cara kerja teknisnya cukup kompleks. Penggunaan peralatan ini akan menggunakan seluruh TCP connection yang tersedia. Masalah mulai akan muncul ketika kapasitas maksimum server telah terlampaui yang berakibat pada kehabisan resource, dan load website anda menjadi lambat atau sama sekali tidak dapat dibuka. Prinsip ini hampir sama dengan Denial Service Attack, namun penggunaannya ke arah positif.
Untuk proses I/O-nya dapat anda artikan sendiri seperti yang saya temukan berikut ini:
The httperf utility runs as a single-threaded process using nonblocking I/O to communicate with the server and a separate process per client machine. One thing to remember is that you have to break the TCP connection into sessions and calls. Each httperf test will consist of a session (or sessions) made up of calls spaced out at certain intervals. Dikutip dari http://articles.techrepublic.com.com/5100-10878_11-5033858.html pada 8 Oktober 2009.
Perintah dasar Httperf cukup mudah diingat (perintah tersebut akan melakukan benchmark terhadap localhost) : httperf
Untuk cara installasi httperf dapat anda baca disini.
Kesimpulan
Dengan mengetahui kapasitas maksimal server yang anda gunakan, anda dapat membandingkan satu penyedia layanan dengan penyedia layanan yang lainnya sehingga anda dapat memilih penyedia yang memberikan resource yang paling sesuai untuk anda. Selain itu hasil tersebut dapat digunakan untuk perencanaan masa depan, kapan anda harus membeli kapasitas tambahan atau berpindah ke server yang lebih handal dibanding yang anda gunakan sekarang.
Satu hal yang perlu diingat bahwa hasil benchmark ini hanya merupakan gambaran saja, kapasitas riil akan sangat berbeda dengan hasil ini karena semua bergantung pada tingkah laku pengunjung server anda.
Incoming search terms for the article:
Popularity: 1% [?]

